img

Gua Maria Tritis

.

gua-maria-tritis

Share

Gua yang satu ini, memang masih alami dan termasuk yang terindah di Indonesia. Dengan keadaan alam yang masih alami mampu memberikan kenyamanan dan ketenangan di hati para pengunjungnya.

Gua Maria Tritis ini awalnya bernama Gua Tritis Singkil, dahulu merupakan goa yang seram, jarang dikunjungi warga disekitarnya, tempat ini juga ditumbuhi rumput dan semak belukar. Gua Maria Tritis ini terletak di Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul. Gua Maria Tritis, pertama dikenal umat Katolik sekitar tahun 1974 melalui pastur Paroki Wonosari Hardjo Sudarmo SJ yang kemudian mendapat pemberkatan dari Uskup Agung Kardinal Darmojuwono SJ. Sejak mendapat pemberkatan itulah, Gua Tritis, Singkil, Giring Kecamatan Paliyan banyak dikunjungi umat Katolik dari berbagai penjuru Nusantara.

Gua Tritis terkenal tentang kesakralannya dan juga karena belum terjamah oleh manusia. Dahulu gua ini sering digunakan untuk bertapa dan bersemedi. Namun saat ini keadaannya telah berubah, setiap bulan Mei dan Oktober tempat ini dibanjiri peziarah umat katolik dari berbagai daerah di Indonesia. Kedatangan peziarah dilakukan secara sendirian maupun berombongan. Baik melalui paket ziarah yang diselenggarakan biro-biro perjalanan maupun memakai kendaraan carteran dan pribadi. Oleh karena hampir setiap hari dikunjungi umat katolik, paroki wonosari menjadwalkan misa setiap minggu yang diawali dengan jalan salib untuk mengenang kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus.

Selain tempatnya yang indah dan berupa gua asli, tempat ini berdekatan dengan pantai-pantai di wonosari yaitu Baron, Krakal, dan Kukup. Sehingga tempat ini menjadi tempat strategis untuk berziarah dan berekreasi di pantai sekitarnya. Berbagai fasilitas kini terus disempurnakan. Jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer sebagai lintasan jalan salib, dibuat representatif berupa jalan bersusun layaknya terasering perbukitan. Didalam goa telah dilengkapi buku-buku panduan berdoa, baik Madah Bakti, Kidung Adi, Padupan Kencana dan tasbeh Rosario.

Bagi pecinta wisata religi terutama umat Katolik, mengunjungi Gua Maria Tritis merupakan sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan. Jalan berkelok dengan bukit karang yang tandus serta ladang jati menjadi pemandangan menuju gua. Setiap pemberhentiannya memiliki diorama yang menggambarkan penyaliban Yesus. Setelah melewati ke 14 pemberhentian, pengunjung akan disambut megahnya gua yang dihiasi stalaktit dan stalakmit. Ada sebuah patung Maria yang diletakkan di sudut gua. Selain itu, juga ada altar perjamuan kudus yang dihiasi oleh warna-warni bunga dan lilin. Tempat duduk yang disediakan bagi peziarah berupa karpet dan kursi panjang.

Di dalam Gua Maria terdapat altar alami yang sederhana terbuat dari batu alam serta Patung Maria yang sedang berdoa. Hamparan karpet usang mengalasi para peziarah yang datang. Gua Maria Tritis merupakan gua alami dengan ornamen stalaktit dan stalakmit yang indah. Lokasinya berada di tengah hutan dan jauh dari pemukiman penduduk. Keheningan dan kesunyian yang mendalam, bisa di temui di dalam goa ini. Sesekali bunyi tetesan air menimpali keheningan yang ada di dalam gua.

Meski tidak mempunyai sendang tapi para peziarah seringkali membawa pulang air berkat yang merupakan hasil tetesan stalagtit dan diyakini mampu menyembuhkan penyakit. Bagi peziarah yang ingin mengikuti ibadah Novena dapat berkunjung di minggu pertama setiap bulannya. Keheningan Gua Maria Tritis menjadikan para peziarah semakin khidmat dalam berdoa.

Alamat

  • Desa :
  • Kecamatan :
  • Kota :
  • Provinsi :